Pelayan Publik

Tidak terasa suda cukup lama saya bekerja sebagai pelayan publik. Saya mulai mengerti apa yang dirasakan oleh semua orang-orang yang bekerja di bagian pelayan publik. Saya mulai tau bahwa kita semua pasti pernah marah, saya juga mengerti ketika mengerjakan bagian pekerjaan dan orang lain tidak puas dengan hasilnya, dan orang lain tidak pernah merasa cukup dengan pelayan yang diberi. Jadi pastilah ada rasa dongkol dalam hati dan muali mengeluh, mulai marah, mulai mau maki-maki orang, mulai mau mengasihani diri. 

Saya sangat senang bekerja dengan inisiatip tanpa disuruh-suruh dan lebih senang berinovasi dalam hal bekerja. tidak suka dengan cara yang monoton dalam melakukan pekerjaan, tapi saya juga sadar bahwa terkadang pekerjaan yang di buat itu butuh dana, butuh yang namanya proses, butuh waktu untuk mencapai keberhasilan atau bentuk jadi dari pekerjaan tersebut.

Mungkin sebagain dari anda semua tentu memiliki cara sendiri dalam bekerja. Mungkin ada alasan lain kenapa kerja lambat atau yang di buat tidak kunjung selesai cepat. Tapi kenapa selalu  disudutkan dan orang lain tidak mau tau hambatan yang terjadi? Dan kenapa diperlakukan seolah-olah pembantu? Atau kenapa kok tidak dihormati? 

Setiap pekerjaan yang berurusan dengan publik atau orang banyak pasti ada satu atau sepuluh bahkan lebih orang yang tidak puas dengan yang kita kerjakan. Bahkan mungkin mereka merasa gaji yang kita peroleh dari lembaga tersebut berasal dari kas atau bayar pajak sehingga itu membuat sebagian orang merasa bahwa mereka suda membayar kita jadi tersearah mereka mau perlakukan seperti apa? Ada juga yang beranggapan bahwa itu memang pekerjaan kita jadi suda seharusnya itu tugas harus selesai dan tidak mau tau alasan dan kondisi yang dialami.
Beberapa alasan diatas mungkin pernah membuat  marah atau respon yang berbentuk negatip.

Apa itu pernah menimpa saya? 
Tentu saja pernah. Dari sejak kecil saya suda dilatih dengan bekerja dirumah sendiri, itu mulai SD atau pada saat kita suda cukup untuk disuruh-suruh sama orang tua, ini juga bentuk dari pekerjaan pelayanan kepada rumah sendiri. Sampai dengan SMK, Kuliah saya masi bekerja melayani publik (non PNS), jadi saya sering berhadapan dengan orang-orang yang tidak sesuai dengan mental kita atau maunya kita. Saya kadang merasah cepat pisimis jika menghadapi orang yang cendrung memperlakukan diri kita semaunya saja. Karna kadang saya merasa ya memang beginilah seharusnya  diperlakukan. Muncul juga pemikiran supaya belajar " satu saat saya akan jadi orang sukses tidak boleh memperlakukan orang lain semaunya saja saya harus bisa menghormati orang lain.

Bersambung(masi dalam proses)

Cerita | Kebebasan yang di pertanggung jawab

Bagaian ke dua.
Sampai satu ketika saat Putri mulai menghubungi pacarnya. Namun tidak ada balasan, dia mencari dari teman keteman tetap saja tidak menemukan pacarnya tersebut. Membuat dia semakin pusing. Kinerjanya mulai menurun pergaulan dengan teman-teman dikantor juga mulai tidak baik lagi. Sampai dia merasa bahwa " lebih baik saya menjadi PSK saja tidak ada lagi yang bisa ku perbuat tidak ada yang mencintai ku". Hari demi hari yang di jalaninya semakin membuat dia kesepian dan binggung. Tidak jarang dia tidak dapat tidur karna gelisah. Berusaha untuk membuat penyelesain sendiri dalam hidupnya dengan minum beralkohol, merokok tetap saja itu tidak membuat dia lebih baik.
Bertemu dengan Jack.
Hari itu minggu pagi putri mencoba untuk tenangkan dirinya mungkin aku harus ketempat ibadah siapa tau aku bisa menjadilebih baik, segera dia memberseih kan kamar dan mulai mempersiapkan diri untuk kegereja. Setibanya di gereja tidak ada satupun yang dikenal. Tampak gelisah dan ingin cepat pulang itulah yang mengambarkan wajah putri saat itu. Namun karna mencoba untuk fokus sampai akhir ibadah dia bisa bertahan sampai jam ibadah selesai. Semua orang suda mulai bubar dan saling bersalaman. Putri nampak binggung karna ini baru pertama ikut ibadah selama sepuluh tahun di kota. Mata putri tertuju terhadap seorang pria yang sekilas melihat putri dan langsung menghampirinya.

Hai? Apa kabar.
Hai juga. Kabar baik.
Saya jack
 Putri..
Mereka berbicara sedikit lalu masing-masing menggelurakan HP. Setelah itu mereka berpisah didepan gerbang rumah ibadah.

Mengenai Jack.
Jack seorang pemuda yang sedang kuliah di piskologi semester empat dan bekerja paruh waktu di toko dekat dengan kosnya. Hari-hari jack di habiskan dengan kuliah, kerja dan berolaraga. Memiliki pribadi yang ramah dan senang bersosialisai membuat jack dapat dengan muda akrab dengan siapapun walaupun dia baru mengenal mereka. Sibuk dengan pekerjaan, tiba-tiba pesan masuk ke HP
 " Halo jack, sedang apa kamu? Ini putri"
" hai putri. Aku sedang kerja, kamu?"
"ohh ya,baik selamat kerja"
Satu minggu mereka berdua saling menghubungi dan mulai menceritakan hal-hal yang lucu dan ringan. Jack hanya sedikit binggung mengapa putri sangat senang jika di hubungi, bahkan tidak jarang putri sering mencari jack jika jack tidak menghubunginya. Jack mulai merasa bahwa ada yang salah dari putri, karna sering kali putri menceritakan hal-hal yang ambigu dan sulit untuk jack mengerti.
Putri "Jack saya punya masalah"
Jack "Masalah apa?"
Putri "Jack saya malu harus mengatakan ini"
Saya buakan siapa-siapa jadi tidak usah malu.
(Putri tidak membalas kembali pesan jack, karna merasa malu dan takut kalau jack mengetahui keadaan yang sebenarnya) Pikirnya " mungkin jika jack mengetahui semua masalalu ku dia akan menjauh, tapi selama ini aku suda punya kenyaman bersama jack, dia sering menghiburku dan bisa memberikan masukan yang baik "karna putri suda merasa terbeban dengan semua masalah yang dialaminya dan  semuahal yang suda menimpanya. " mungkin ini suda waktunya aku harus mengatkan yang sebenarnya mengenai diri ku suda tidak tahan lagi" pikir putri.

Kebebasan yang di pertanggung jawabkan|bagian 1|


Satu hari seorang anak muda bertanya kepada ayahnya. Ayah apa yang terjadi jika seandainya saya tidak lagi ada bersama ayah dan menjalani hidup dengan keinginan ku sendiri tanpa dibatasi oleh aturan dan kemauan ayah?
Ayah : apa kamu siap menerima akibat dari keputusan yang kamu buat?
Anak : tentu saja, saya sangat bosan dengan aturan yang ayah buat, aku bisa menjaga diri sendiri, aku tau jalan yang baik dan buruk aku tidak akan membuat ayah kecewa. Aku suda dewasa. (Ketus sang anak).
Sambil ayahnya terus menyangkul perkebunan mereka. Dan mulai merasa sedih atas peryataan anak tersebut tapi karna keras hati sang anak akhirnya ayah mengijinkan.
Ayah : Baiklah jika itu yang kamu ingginkan, ayah akan membiarkan kamu pergi tapi inggat setiap perbuatan baik dan buruk ada pertanggung jawabannya, apa kah itu di dunia ini atau setelah kamu mati nanti. Semua perbuatan kamu akan di pertanggung jawabkan.
Besok harinya anak tersebut langsung pergi setelah selesai berpamitan dengan ayahnya. Dengan tetap terlihat tegar ayah merelakan anaknya pergi.

Samapi di kota.
Anak tersebut mulai menjalani hari-hari di kota, terus mencari pekerjaan yang di inginkan, sampai akhirnya menemukan pekerjaan yang sesuai dengan kemauannya. Teman-teman di tempat kerjanya mulai menyukai dia mereka mulai saling terbiasa dan sering berpergian bersama. Menjalani hari-hari dikota besar membuat anak tidak lagi ingat dengan pesan dari ayahnya dia muali menjalani kehidupan yang persis seperti yang dia mau hidup bebas tanpa batasan dan aturan dengan mengunakan prinsip sendiri. Mulai dari berfoyah-foyah dan pertengkaran dengan orang lain dia perna jalani. Pikirnya asalkan yang saya buat tidak melawan hukum pastilah aman dan ayah ku tidak perlu menghawatirkan aku.  Anak tersebut mulai merasa jenuh dan bosan dengan hari-harinya, sampai akirnya dia bertemu dengan seorang pria yang membuatnya jatuh cinta dengan menjalani hari-hari bersama membuat itensitas pertemuan mereka semakin dekat. Karna keduanya terbawa suasana mereka melkukan hubungan sex di luar nikah, setelah melakukan hubungan tersebut dia mulai gelisah dan bertanya-tanya, ada apa? Kenapa aku mulai merasa takut dan tidak percaya lagi kepada pacar ku. rasa gelisah dan takut tidak lantas membuat mereka menikah atau insap dari perbuatan yang dilakukan. tapi mereka terus berbuathal yang sama.

Pertahankan yang ada, belajar dari Nick.

Sumber gambar http://publicdomainvectors.org
Pertahankan yang ada, belajar dari Nick.
Satu hari seorang anak muda pergi mencari pekerjaan di Amerika serikat dia merupakan anak imigran dan tidak fasih menggunakan bahasa inggris. Memulai hari-harinya di Amerika serikat tidaklah muda. Persaingan dan orang-orang yang memiliki skil dalam bidang pekerjaan masing-masing sangatlah banyak. Sedangkan nick hanya seorang imigran tidak memiliki keahlian kusus. Pada saat nick melewati jalan raya dia melihat bahwa ada lowongan pekerjaan di restoran,pikir nick inilah kesempatan untuk dirinya. Segeralah nick mengirim lamaran kerjanya pada pemilik restoran tersebut. Kesokan harinya nick dipanggil untuk wawancara pekerjan, manager bertanya pada nick.
Apa yang bisa kamu lakukan? 
Segera nick mengambil sikat gigi yang di bawanya pada saat wancara kerja dan menuju WC dalam ruangan manager tersebut. Manager  sempat binggung dan mengangap bahwa nick tidak bisa melakukan apapun. Berapa menit kemudian nick keluar, sang manager kaget karna wc dalam ruangannya sangat bersih dari setiap sudutnya. Setelah melihat hal tersebut nick langsung diterima kerja sebagi pencuci piring dalam restoran. Hari-hari nick bekerja sangat baik dan bangga karna suda memiliki pekrjaan, dia melakuakn semua dengan keseriusan. Dua tahun berlalu nicik tetap menjadi pencuci piring yang setia dan loyal kepada restorannya. Satu hari asisten koki di restoran tersebut mengundurkan diri. Segeralah nick mendapatkan promosi untuk menjadi asisten koki yang baru, makin bertambahlah semangat nick dalam bekerja.

Kesimpulan.
Nick hanya seorang imigran yang tidak memiliki keahlian bahasa inggris dengan baik. Dia hanya memiliki sikat gigi. Apa yang kita lihat? Nick tidak mengeluh karna orang-orang yang lainnya memiliki skil hebat, nick mencari peluangnya sendiri dan menemukan restoran yang sedang mencari karyawan. Nick hanya bisa membersihkan kamar mandi dia sadar betul bahwa saat ini hanya mencuci wc lah yang bisa dilakukan dengan serius.

Jika cuman itu yang kamu punya bekerjalah dengan sungguh-sungguh jangan mengeluh, jika kamu hanya bisa menulis tulislah dengan sungguh-sungguh, jika kamu hanya bisa menggambar seriuslah dalam melakukan itu.  Apapun yang kita miliki saat ini seriuslah tekuni berikan usaha yang terbaik. Banyakhal yang dimiliki oleh kita, gali semua pontensi mu dan tekuni. Belajarlah dari cerita nick yang serius dalam bekerja dan tidak berkecil hati walaupun sebagai pencuci piring. Mulailah dimanapun kamu berada, mulailah sekecil apapun peluang yang di miliki, karna kita tidak tau sering sekali hal-hal kecil mengantar kamu dan saya pada tempat yang lebih besar.