Cerita.Bagian ke empat| Bertemu dengn ayah.

Bagian ke empat| Bertemu dengn ayah.
Setelah berbicara lama dengan semua teman-teman dikantor putri segera menyelesaikan pembicaraan. Dan bersalaman kepada semua teman-teman kantornya. Putri langsung menuju keruangan dan mengambil semua barang-barang yang di milikinya. Segera dia menuju ke parkir. Selama perjalanan pulang putri berpikir apa yang harus ia katakan pada ayahnya. 
"Tapi aku harus mengatakan yang sebenarnya kepada ayahku" malam itu putri mengajak jack bertemu dan mengatakan bahw dia harus pulang kekampung besok pagi."mungkin kita tidak akan bertemu lagi jack, trimakasih karana suda menjdai sahabat ku, sulit sekali bagai ku untuk menceritakan semua masalah ini pada oranglain tapi kamu suda menjadi teman yang baik"
Jack hanya diam dan tidak banyak menangapi apa yang dikatakan putri. Selesai jalan malam itu jack mengantar putri pulang " besok pagi kamu berangkat sms saja jadi aku tau"  
Putri " baiklah jack"
Selesai bicara jack meninggalkan putri dan kembali ke kosnya.
Esok harinya putri mengirim pesan kepada jack bahwa dia suda menuju bandara. Selama penerbangan kekota kabupaten putri tertidur. Dan diterus kan perjalanan kekampung halamannya. 

Sampai di kampung halaman putri melihat ayah sedang menyapu halaman. 
Berlari dan langsung memeluk ayahnya, kaget dan sedikit brontak itulah yang dirasakan ayah putri, setelah sadar bahwa itu putri ayah langsung kembali memeluk. " putri! Kamu pulang, ayo kita masuk.
" ayah sangat senang meliahat kamu nak, suda tabah cantik dan dewasa kamu. Kenapa tidak bilang kalau akan pulang, jadi ayah bisa siap-siap. 
"Putri hanya menangis sambil meliahat ayahnya mondar mandiri membereskan rumah yang berantakan".
Ayah " kenapa kamu nangis nak? Ayah sangat senang bertemu kamu. 
(Ayah tidak tau apa yang terjadi tapi pikirnya mungkin anak ku menangis terharu karna melihat ayahnya, sambil terus membersikan rumah dan segera dia kedapur mengambil secangkir air putih, minum nak. Sambil memeluk anaknya. Tetap saja putri menangis terisak-isak. ) kata ayah " baik tenangkan dulu diri kamu nak. Sambil ayah pergi meninggalkan putri di meja.
Malam itu mereka makan bersama dengan suasan desa yang begitu sederhana dan tenang, ayam bakar dan sayur merupakan santapan malam mereka. Tidak banyak bicara, tapi ayah tetap tersenyum melihat putri yang berada di sekitarnya.  Untuk memecah keheningan itu ayah mulai bertanya " nak bagai mana kerja? Dan apa kamu suka berada di kota?
Putri " saya suda tidak kerja lagi ayah, suda mundur dari tempat kerja. Aku mau membantu ayah mengurus kebun kita saja.
 " loh. Kenapa nak. Bukan nya kamu suda dapat kerja yang bagus dan tercukupi hidip di kota. Kenapa malah pulang kampung, ayah baik-baik saja disini tidak harus kamu pikir kan.
" putri hanya diam dan tidak membalas matanya mulai berkaca-kaca"
Ayah " nak, kamu terlihat begitu sedih ada apa? Kenapa tidak cerita pada ayah. Ayah siap mendengarkan kamu."

BACK

Bagian ketiga| Jack dan Putri

Bagian ketiga.
Jack mulai penasaran apa yang terjadi dengan putri. Jack mengajak putri untuk jalan-jalan ketaman kota. Segera putri mengiyakan ajakan tersebut. Merka akhirnya berjalan ditaman dan mulai bercerita. Putri menjelaskan apa yang perna terjadi dalam dirinya, menjelaskan perjalanan hidup yang begitu rumit. Jack saya memiliki kehidupan yang kacau, saya hancur dan bingung kemana sekarang arah hidup ku. Selama ini aku banyak melakukan hal-hal yang kacau dan sia-sia, sering melakukan hubungan sex di luar pernikahan dan sekarang aku di tinggalkan pacar ku, entahlah, aku merasa benr-benar hancur tidak ada gunanya lagi, mungkin Tuhan tidak mengampuni aku lagi. Tidak ada lagi yang bisa menerima ku.

Jack "apa kamu suda mengatakan apa yang terjadi kepada orang tua mu? Mengenai semua masalah mu.
Putri " belum jeck, saya takut mereka kecewa dan saya juga suda menyia-nyiakan kebebasan yang ayah saya berikan. Apa mungkin ayah saya tetap bisa menerima aku?  
Jack " tentu saja bisa mereka orang tua kamu. Tapi sebaiknya jangan di ceritakan takutnya mereka terus kepikiran kamu nantinya.
Putri" itulah yang aku kawatirkan, takutnya mereka pusing karna kelakuan ku. Apa saya bisa memiliki hidup yang tenang tanpa ada rasa takut jack?
Jack " bisa..
Jack " sekarang kamu suda lebih baik paling tidak kamu jujur dengan diri mu dan berani cerita.
Putri " paling tidak sekarang aku suda sedikit legah karna suda cerita, trima kasih karna mau mendengarkan ku.
Akhirnya setelah cukup lama menceritakan masalah dan kepahitan.dia menjadi sedikit lega tapi terus terpikirkan ayahnya. Apa mungkin ayah ku akan baik-baik saja jika bercerita. Sebaiknya aku pulang kekampung halaman saja dan bertemu ayah pasti dia bisa menerima ku.
Putri akhirnya mengutuskan keluar dari tempat kerja dengan alasan bahwa ayahnya sakita parah dan dia di haruskan untuk pulang kampung. Mendengar itu bos perusahan mengizinkan putri untuk mundur.
Bos " baiklah putri, kinerja mu selama ini cukup baik, jika seandainya ada yang bisa saya bantu silakan menelpon. 
Putri " baik pak, trimakasih. Pak, saya mau berbicara kepada semua teman-teman dikantor, apa boleh? 
Bos " tentu saja silakan.
Bos mulai mengumpulkan karyawan dan karyawati di kator untuk segera ke ballroom karna ada hal penting yang ingin disampaikan. Melihat hal ini putri sedikit memprotes " tidak usah di ballroom pak, saya langsung keruangan saja.
Bos " tidak apa-apa,jasa kamu suda besar diperusahan selama sepuluh tahun, paling tidak ini penghargaan terakhir dari saya.
Putri hanya diam dan mulai mengikuti bos menuju ballroom kantor. Setibanya disana semua mata tertuju pada bos dan putri. Bos memulai pembicaraan " hari ini kita akan berpisah dengan putri, mungkin juga dia tidak akan kembali lagi keperusahan ini. Silakan putri.
Semua pegawai perusahan tampak binggung. Dengan wajah tertunduk putri naik keatas panggung. Sambil menarik nafas.
Putri " teman-teman satu kebangaan tersendiri bagi saya untuk ada di kota ini, bertemu dengan kalian, bekerja bersama kalian, bahkan saya menyakiti kalian. Tapi kita perna menghadapi situasi yang sulit bersama kita juga perna mengalami kekurangan, kita pernah berpesta bersama-sama juga. Hari ini adalah terakhir saya berada bersama kalian dan berdiri didepan kalian merupakan satuhal yang tidak saya pikirkan sebelumnya. Saya suda banyak berbuat salah selama ini karna mengabaikan kalian dan tidak mementingkan kebersaman kita. Tapi adahal yang lebih besar dari itu semua yaitu nasehat orang tua saya. Dia suda bersusah paya selama ini untuk membesarkan saya sendirian tapi aku mengabaik.